Mushannaf, Kitab Hadis yang disusun berdasarkan bab
(oleh : Ibnu Toya)
Dalam kitab-kitab ulama terdahulu, jenis kitab hadis seperti ini disebut al-ashnaf atau lebih dikenal dengan kitab hadis Mushannaf. Menurut
bahasa, Mushannaf berasal dari kata صَنَفَ dan
memiliki bentuk isim اَلصِّنْفُ
yang berarti jenis, warna atau macam. Dan juga memiliki bentuk isim التَّصْنِيْفُ
yang berarti menyusun, membeda-bedakan, membedakan satu hal dengan
hal lainnya. Menurut
istilah, Mushannaf berarti kitab hadis yang disusun berdasarkan bab-bab fikih
tetapi mencangkup hadis Mauqûf, hadis Maqthû‘, disatukan dengan
hadis Marfû‘.
Kitab
Mushannaf ‘Abdurrazzâq bukanlah kitab hadis pertama dengan bentuk
Mushannaf. Jauh sebelum ‘Abdurrazzâq, para ulama sudah menyusun kitab
jenis ini. Adapun kitab-kitab tersebut yang dinyatakan Imam Muẖammad al-ẖasan
dalam kitabnya adalah sebagai berikut :
a. Râbi‘ bin Shâbih (w. 160 H). Meski kredibilitasnya dinyatakan dha’îf,
ia adalah ulama pertama yang membuat kitab berjenis Mushannaf dan
pengklasifikasian bab di dalamnya.. Beliau mengarang kitabnya tersebut di
Basrah.
b.
Sa‘îd bin ‘Arubah (w. 157 H). Ulama yang mengarang kitab jenis yang
sama di Basrah dan memiliki kredibilitas yang baik.
c. Ma‘mar bin Râsyid (w. 153 H). Ulama asal Basrah yang kemudian
pindah ke Yaman menetap dan terkenal disana. Ia adalah guru ‘Abdurrazzâq yang
paling banyak meriwayatkan hadis padanya. Ia adalah ulama pertama yang menulis
kitab jenis ini di kota Yaman dan memiliki kredibilitas yang sangat baik.
d. Ibnu Juraij (w. 150 H). Ahli fikih di kota Mekah yang sekaligus
guru ‘Abdurrazzâq ini sudah tentu memiliki kredibilitas yang tidak diragukan.
Ia memilki beberapa kitab Mushannaf yang dikarang di Mekah.
e. Sufyân ats-Tsaurî (w. 161 H). Ulama ini dijuluki Amîrul Mu’minîn
fil hadîs. Beliau menulis kitab jenis tersebut di Kufah.
f.
ẖammâd bin Salamah (w. 167 H). Beliau menulis kitab jenis ini di
Basrah.
g.
Sufyân bin ‘Uyainah (w. 198 H). Menulis jenis kitab tersebut di
Mekah.
h. Walîd bin Muslim bin Syâm (w. 194 H). Ulama yang menulis kitab
jenis tersebut dan terkenal di Syam. Ia juga memiliki kredibilitas yang baik
dan dikabarkan menulis 70 kitab jenis ini.
i. Jarîr ibnu ‘Abdil ẖamîd (w. 188 H). Ulama asal Kufah yang menuntut
ilmu juga disana. Ia kemudian menulis jenis kitab tersebut dan menetap di Ray.
j. ‘Abdullah ibnu al-Mubârak (w. 181 H). Ia banyak mengarang kitab
jenis ini di Marwa dan Khurasan. Beliau memilki kredibilitas yang baik dalam
bidang ilmu hadis dan fikih.
k. Husyaim bin Basyîr (w. 183 H). Ia memilki sedikit masalah dalam
kredibilitasnya sebagai ulama. Ia adalah pendatang dari Baghdag dan menulis
kitab di Wasith.
l. Selanjutnya ditulis oleh para ulama Kufah yaitu Ibn Abi Zaidah, Ibn
Fudhail dan Wâki‘ sekitar awal-awal abad ke-3 H.
m. Kemudian oleh Ulama Yaman yaitu ‘Abdurrazzâq ash-Shan‘ânî (w. 211
H) dengan karyanya yang sudah dikenal yaitu Mushannaf ‘Abdurrazzâq.
n. Abu Bakr Ibnu Abi Syaibah (w. 235 H). Ulama yang menulis kitab
dalam berbagai bidang ilmu. Dalam hadis beliau menulis Mushannaf Ibnu
Abi Syaibah.
Pada
masa-masa awal sekitar abad ke-2, karya-karya para ulama tersebut masih disebut
secara umum dan belum dibukukan secara resmi. Belum ada perbedaan antara Sunan
dan Mushannaf. Pada saat itu, setiap metode penyusunan yang
mengklasifikasi bab disebut al-Ashnâf atau Mushannaf.
Sejarah
kitab Mushannaf yang memilki nama resmi adalah :
a.
Mushannaf ẖammâd
bin Salamah (w. 167 H).
b.
Mushannaf Wâkî’
bin al-Jarh (w. 197 H).
c.
Mushannaf Sufyân
bin ‘Uyainah (w. 198 H).
d.
Mushannaf Abdurrazzaq
bin Hammâm (w. 211 H).
e.
Mushannaf Sulaimân
bin Daud al-‘Itkî (w. 234 H).
f.
Mushannaf Abu
Bakr bin Abi Syaibah (w. 235 H).
g.
Mushannaf Baqî
bin Mukhallad al-Qurthûbî (w. 276).
Daftar Pustaka
ẖasan bin Abdurraẖman ar-Ramharamizî, al-Muẖaddits al-Fâshil Baina ar-Râwî wa al-Wâ’î, (Bairut : Dar al-Fikr, 1771), cet. Ke-1.
Rahman, Fathur, Ikhtisar Mustalahul Hadits, Bandung, PT. Al-Ma’arif. Cet. 20
Aẖmad Warson Munawir, Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia, (Surabaya : Pustaka Progressif, 1997), cet. Ke-14.
M. M. Azami, Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya, (Alih Bahasa Ali Mustafa Yaqub, Jakarta : Pustaka Firdaus, 2009), cet. Ke-4.
Aẖmad Warson Munawir, Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia, (Surabaya : Pustaka Progressif, 1997), cet. Ke-14.
M. M. Azami, Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya, (Alih Bahasa Ali Mustafa Yaqub, Jakarta : Pustaka Firdaus, 2009), cet. Ke-4.
Fathullah, Ahmad Lutfi, Metode Interaktif Hadits dan Ilmu Hadits, DVD Software.
Ibnu Mandzur, Lisân al-‘Arab, (Kairo : Dar al-Ma’ârif).
Ibrâhîm Su’ûd Ajjîn, Manhaj al-ẖâfidz ‘Abdurrazzâq ash-Shan‘ânî fî Mushannifihi, (Kairo : al-Maktabah al-Islamiyah, 2008), cet. ke-1.
Ibnu Mandzur, Lisân al-‘Arab, (Kairo : Dar al-Ma’ârif).
Ibrâhîm Su’ûd Ajjîn, Manhaj al-ẖâfidz ‘Abdurrazzâq ash-Shan‘ânî fî Mushannifihi, (Kairo : al-Maktabah al-Islamiyah, 2008), cet. ke-1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar